Laman

Kamis, 03 Februari 2011

Hanya Sekedar Rencana....????

Bismillah..

Rencananya 5 post perbulan. Rencananya sudah pindah kerja di 2011. Rencananya Lulus di awal 2008. Rencananya mau menghafal 5 ayat perhari. Rencananya 1 juzz perhari. Rencanya mau lari pa gi tiap minggu. Rencananya..... Rencananya..... Rencananya..... RENCANA..

Ya Rabbi, sekali lagi Kau tunjukkan susahnya Istiqomah dalam kebaikan. Dan aku sekarang kebingungan mau menggapai yang mana dulu.

Hupppsssss. Come On....

Sabtu, 22 Januari 2011

KICK

Beberapa tahun lalu, setelah bentrok AKKBB dan FPI aku janji nggak akan beli koran Tempo lagi. Ketika itu Tempo membuat berita yang bener-bener memojokkan, bukan sebatas FPI tapi umat Islam.

Dan sekarang, saya ga akan nonton lagi KICK ANDY karena ini


Selasa, 11 Januari 2011

Next book..

karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
“jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”

mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
menjadi kepompong dan menyendiri
berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia

lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nurani,
sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji

Salim A. Fillah "Dalam Dekapan Ukhuwah"



Ukhuwah...Kata itu membuat ku seperti orang yang sangat-sangat sendirian beberapa tahun lalu. Ketika seorang kawan berkata "ukhuwahnya berasa banget". Ketika itu aku baru saja merubah haluan kapalku. Terima kasih ya Allah...


Bulan depan harus punya buku ini!

Jumat, 31 Desember 2010

Mungkin itu kuncinya...

It's time to think about  
NIKAH

Hupppssss, mungkin sudah saatnya berpikir ke arah sana. Bismillah......

Rabu, 29 Desember 2010

FB

Selama join FB, hari ini paling banyak aku bikin status....Agak aneh sih. Aku anggap FB tuh kaya tempat orang cari perhatian. Dunia nyata kayanya ga memberi perhatian lebih pada mereka. Dan aku ngga terlalu suka itu. Jadi inget tulisannya Arys Hilman di Republika, sayangnya lupa di tulis..:(

Okey...siap jadi komentator lagi....atau silent reader aja :D

Ceramah Ust. Sarwat

AFF

Betul kata Pak Adhyaksa, satu-satunya komponen yang bisa membangkitkan nasionalisme Indonesia dewasa ini adalah Olah Raga. Tapi sayangnya, prestasi Olah Raga Indonesia ikutan nyungsep sehingga nyaris ga ada suguhan nasionalisme lagi beberapa tahun belakangan. Sebenernya ada sih, tapi bentuknya agak negatif yaitu pertikaian dengan Malaysia. Hmmm

Bulutangkis, cabang andalan Indonesia dulu, kini sudah terlampaui China, bahkan Jepang pun sudah bisa ngacak-ngacak Indonesia di cabang ini. Ironis karena para pelatih negara-negara itu ada yang berasal dari Indonesia. Dulu kalo ada turnamen bulutangkis seperti Thomas-Uber Cup, Piala Sudirman atau Olimpiade maka ramai-ramai tiap RT bikin lapangan bulutangkis. Ngadain turnamen dan efeknya bisa bertahan berbulan-bulan.


Sudah lama rasa nasionalisme itu berkurang lantaran prestasi olahraga Indonesia, lebih tepatnya bulutangkis, anjlok. Baru sebulan ini lagi kita disuguhkan rasa nasionalisme luar biasa. Kali ini lewat cabang sepak bola, the most popular game in the world. Luar biasa ngikutin pemberitaan tivi tentang tim nasional sepakbola walaupun aku nilai udah keterlaluan mengeksposenya. Ketika final nyaris semua rumah di lingkungan ku nyetel Sepakbola, keliatan pas Sholat Isya tadi. Banyak yang teriak-teriak..Duuhhhh


Dan amat disayangkan kita harus mengakui keunggulan Malaysia. Salut buat para pemain...Saatnya melakukan perbaikan di tubuh pengurus PSSInya.

Huuups gemes banget liat cara Indonesia main apalagi pas partai away di Malaysia.

Sabtu, 11 Desember 2010

?????

Tiba-tiba menangis...Aneh ya?? Walaupun terkadang ingin sendirian, tapi ga bisa dibantah kalau perasaan ingin diperhatikan adalah fitrah. Makanya manusia berlomba-lomba membuat perbedaan. Lalu Allah ciptakan riya, sebagai ujian, yang akan membakar amal seperti api membakar kayu.

Tuhan, sungguh aku takut riya.

Minggu, 05 Desember 2010

No title

Kau tahu dia cantik…
Dan ku tahu kau tertarik…
Memang jadi sedikit pelik…
Tapi biarlah, nanti juga akan menggelitik…

Selasa, 30 November 2010

Sing...

Hidup adalah rangkaian masalah, Sing. Satu ketika, orang tua begitu mempermasalahkan kenapa anak wanitanya belum menikah juga. Maka menikah adalah penyelesaian dari masalah itu.


Apakah selesai sampai di situ? Ternyata tidak Sing. Setelah menikah, terjadi pertengkaran. Sang anak wanita pun tiba-tiba balik ke rumah orang tuanya. Atau setelah beberapa lama menikah, orang tua mempertanyakan kapan punya cucu. Tengok Sing, dari penyelesaian masalah ternyata menimbulkan masalah baru..

Ya, hidup itu memang rangkaian masalah. Dia tidak akan pernah putus sampai ajal menjemput. Ya Allah kuatkanlah………….

Serang

Serang, 7 November 2010

“Antum nanti berdo’a pas akad nikah karena pada saat itu pintu-pintu langit lagi di buka. Banyak orang yang lupa itu dan lebih fokus merhatiin akad”. Wejangan ust. Watoni di pernikahannya Mas Duta.

Tempat-tempat di mana do’a mudah dikabulkan sama Allah sangat terbatas maka Allah menyediakan juga waktu-waktu di mana do’a mudah dikabulkan. Dan yang ini aku baru tau. Do’a apa ya kemarin?

Barakallahulaka wa baraka-alaika wa jama-a bainakhuma fii khoir ya Mas Dut. Nanti saya susul upsss, amiin..jangan-jangan itu do’anya…

Unggul...

Kelas unggulan. Masih inget dengan istilah ini. Jaman SMP dulu, tapi pas angkatan ku ditiadakan. Dulu ada guru yang bercerita betapa enaknya ngajar di kelas unggulan. Bukan Cuma 1-2 orang, hampir semuanya. Hmm, sekarang ngerasain. Emang enak banget ngajar orang yang pada dasarnya cerdas apalagi kalo pada rajin (jadi inget kata-kata gue kalah sama dia cuma karenadia rajin, bukan karena dia lebih cerdas). Sepertinya gampang aja.


Nah, aku ga mau ngomongin itu. Justru yang mau diomongin adalah anak-anak yang ga masuk kelas unggulan. Pertanyaannya adalah, setelah kita tahu (walaupun hanya lewat nilai raport) anak-anak yang ga masuk kelas unggulan agak kurang kenapa jam belajarnya tetap sama? Kenapa cara ngajarnya tetap sama? Itu kan ga memberikan solusi untuk mereka…Seharusnya setelah tau tingkat kepandaian mereka, kita juga membedakan cara mengajarnya. Entah dengan waktu yang lebih lama atau lainnya.


Ngga cuma sebatas dalam 1 sekolah aja. Aku sih inginnya siswa-siswa yang ga bisa masuk negeri karena alasan nilai juga jam belajarnya di tambah. Kecuali mereka masuk sekolah swasta yang bagus. Untuk poin ini, akreditasi yang dilakukan pemerintah seharusnya diperketat. Ahhh..pendidikan malang nian nasibmu…


Kepikiran setelah SMP3 kembali menerapkan kelas unggulan dengan balutan nama kelas efektif. Tidak seperti kelas lainnya, masuk kelas ini harus bayar bulanan. Yaah jadi mirip SBI gitu sih.