Laman

Minggu, 27 Februari 2011

Masih ada...

Percayalah semangat itu masih ada.

Satu ketika, dalam kesempatan wawancara pekerjaan, aku sudah berhasil meyakinkan pewawancara dan sebenarnya sesi itu nyaris saja selesai bahkan andaikan aku tidak bertanya ketika diberi kesempatan untuk itu, aku mungkin sudah pulang. Sepertinya poin-poin yang diinginkan sudah cukup. Sampai sebuah pertanyaan tentang apa keinginan di masa depan meluncur dari mulutnya.

Jawabanku...MENJADI PENGUSAHA. Kening si pewawancara pun berkerut, lalu bertanya tentang loyalitas nantinya.. 10-15 tahun bekerja di tempat ini adalah waktu yang cukup lama, ujarku selanjutnya. Takdir selanjutnya pun tertebak dengan mudah. GAGAL. Padahal ketika pertama kali menginjakkan kaki di perusahaan itu, suasananya sangat, sangat menyenangkan. Menyesal?

Percayalah, keinginan untuk berwiraswasta tak akan pernah surut. Ingin seperti Usman bin Affan, ingin seperti Abdurrahman bi Auf. Walaupun penyesalan itu cukup besar dan mungkin akan mengubah jawaban jika satu saat akan mendapatkan pertanyaan yang sama, tapi semangat itu tak akan pudar, insyaAllah!

Sekarang, sedikit harus berputar arah..Ayo cari modal!!! (tiba-tiba ada celetukan cari istri juga ngga?... hmmmm, iya itu juga ^_^). Ya Allah permudahlah....



Kamis, 03 Februari 2011

Miracle...

Imanda Amalia, warga Negara Indonesia yang dikabarkan tewas dalam kerusuhan Mesir. Semasa hidupnya, Imanda telah berada di beberapa tempat di daerah konflik. Salah satunya di jalur Gaza.

Seperti disitat Science of Universe, Kamis (3/1/2011), sebelum dikabarkan tewas wanita berusia 28 tahun itu menulis kejadian luar biasa di Gaza dan ada campur tangannya tangan Allah

Berikut tulisan di wall Imanda:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Berbagi hikmah walaupun sudah beberapa hari yang lalu, juga sudah pernah Manda posting d chatt ...

Jabaliya, Gaza Strip 7:48:27 AM | Thu, Jul 15, 2010

SubhanALLAH ..... SubhanALLAH ... SubhanALLAH ...
Hanya itu yang tlontar dari lisanku saat melihat kejadian yang membuatku tak mempercayai apa yg ku lihat.

Pagi ini setelah sholat subuh aku sedang menyapa teman² dan orang tcinta lewat chatting. Tiba² aku dtugaskan untuk berangkat ke al Awda Maternity Hospital untuk sectio. Sekitar 2 km dari Mess.

Dalam perjalananku menuju ke sana aku melihat anak laki² berlarian dgn batu di tangan mereka. Aaaaaahhh lagi² intifadhah, masih pagi mereka sudah berusaha menghalau para pencuri tanah air mereka itu dgn batu ....

Awalnya ku lihat tentara² itu diam saja menghindar, namun tiba² mereka memberondongkan senjatanya ke arah anak²

Berlarian mereka mencoba menyelamatkan diri sambil terus melempari para tentara itu dgn batu.

SubhanALLAH ....

Tiba² aku melihat hijab putih besar melingkupi anak² tsb ... Seperti kabut
tipis berwarna putih membentuk kubah yang melindungi anak² tsebut. Jarak mereka begitu dekat dengan tentara yg mengejar mereka namun para tentara itu spt tdk dapat melihat mereka dan kehilangan arah. Sementara anak² itu sama sekali tdk tsentuh peluru

Gemetar tubuhku melihat keajaiban itu tjadi langsung d depan mataku. Aku
katakan pada Abdullah driver kami apakah dia juga melihat hijab itu ?
" Yes Doc, God always give the hand here .... "

ALLAHu Akbar .... ALLAHu akbar .....

Kelu lidahku, tubuhku bgetar .....
Aku menyaksikannya langsung

Aku melihat langsung kuasaNya

SubhanALLAH ............

Grüße,
imanda amalia™(kem)
Sumbernya


Hanya Sekedar Rencana....????

Bismillah..

Rencananya 5 post perbulan. Rencananya sudah pindah kerja di 2011. Rencananya Lulus di awal 2008. Rencananya mau menghafal 5 ayat perhari. Rencananya 1 juzz perhari. Rencanya mau lari pa gi tiap minggu. Rencananya..... Rencananya..... Rencananya..... RENCANA..

Ya Rabbi, sekali lagi Kau tunjukkan susahnya Istiqomah dalam kebaikan. Dan aku sekarang kebingungan mau menggapai yang mana dulu.

Hupppsssss. Come On....

Sabtu, 22 Januari 2011

KICK

Beberapa tahun lalu, setelah bentrok AKKBB dan FPI aku janji nggak akan beli koran Tempo lagi. Ketika itu Tempo membuat berita yang bener-bener memojokkan, bukan sebatas FPI tapi umat Islam.

Dan sekarang, saya ga akan nonton lagi KICK ANDY karena ini


Selasa, 11 Januari 2011

Next book..

karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
sejuta kebaikan yang lalu
wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
“jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara”

mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
menjadi kepompong dan menyendiri
berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia

lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
mengambil cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nurani,
sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji

Salim A. Fillah "Dalam Dekapan Ukhuwah"



Ukhuwah...Kata itu membuat ku seperti orang yang sangat-sangat sendirian beberapa tahun lalu. Ketika seorang kawan berkata "ukhuwahnya berasa banget". Ketika itu aku baru saja merubah haluan kapalku. Terima kasih ya Allah...


Bulan depan harus punya buku ini!

Jumat, 31 Desember 2010

Mungkin itu kuncinya...

It's time to think about  
NIKAH

Hupppssss, mungkin sudah saatnya berpikir ke arah sana. Bismillah......

Rabu, 29 Desember 2010

FB

Selama join FB, hari ini paling banyak aku bikin status....Agak aneh sih. Aku anggap FB tuh kaya tempat orang cari perhatian. Dunia nyata kayanya ga memberi perhatian lebih pada mereka. Dan aku ngga terlalu suka itu. Jadi inget tulisannya Arys Hilman di Republika, sayangnya lupa di tulis..:(

Okey...siap jadi komentator lagi....atau silent reader aja :D

Ceramah Ust. Sarwat

AFF

Betul kata Pak Adhyaksa, satu-satunya komponen yang bisa membangkitkan nasionalisme Indonesia dewasa ini adalah Olah Raga. Tapi sayangnya, prestasi Olah Raga Indonesia ikutan nyungsep sehingga nyaris ga ada suguhan nasionalisme lagi beberapa tahun belakangan. Sebenernya ada sih, tapi bentuknya agak negatif yaitu pertikaian dengan Malaysia. Hmmm

Bulutangkis, cabang andalan Indonesia dulu, kini sudah terlampaui China, bahkan Jepang pun sudah bisa ngacak-ngacak Indonesia di cabang ini. Ironis karena para pelatih negara-negara itu ada yang berasal dari Indonesia. Dulu kalo ada turnamen bulutangkis seperti Thomas-Uber Cup, Piala Sudirman atau Olimpiade maka ramai-ramai tiap RT bikin lapangan bulutangkis. Ngadain turnamen dan efeknya bisa bertahan berbulan-bulan.


Sudah lama rasa nasionalisme itu berkurang lantaran prestasi olahraga Indonesia, lebih tepatnya bulutangkis, anjlok. Baru sebulan ini lagi kita disuguhkan rasa nasionalisme luar biasa. Kali ini lewat cabang sepak bola, the most popular game in the world. Luar biasa ngikutin pemberitaan tivi tentang tim nasional sepakbola walaupun aku nilai udah keterlaluan mengeksposenya. Ketika final nyaris semua rumah di lingkungan ku nyetel Sepakbola, keliatan pas Sholat Isya tadi. Banyak yang teriak-teriak..Duuhhhh


Dan amat disayangkan kita harus mengakui keunggulan Malaysia. Salut buat para pemain...Saatnya melakukan perbaikan di tubuh pengurus PSSInya.

Huuups gemes banget liat cara Indonesia main apalagi pas partai away di Malaysia.

Sabtu, 11 Desember 2010

?????

Tiba-tiba menangis...Aneh ya?? Walaupun terkadang ingin sendirian, tapi ga bisa dibantah kalau perasaan ingin diperhatikan adalah fitrah. Makanya manusia berlomba-lomba membuat perbedaan. Lalu Allah ciptakan riya, sebagai ujian, yang akan membakar amal seperti api membakar kayu.

Tuhan, sungguh aku takut riya.

Minggu, 05 Desember 2010

No title

Kau tahu dia cantik…
Dan ku tahu kau tertarik…
Memang jadi sedikit pelik…
Tapi biarlah, nanti juga akan menggelitik…

Selasa, 30 November 2010

Sing...

Hidup adalah rangkaian masalah, Sing. Satu ketika, orang tua begitu mempermasalahkan kenapa anak wanitanya belum menikah juga. Maka menikah adalah penyelesaian dari masalah itu.


Apakah selesai sampai di situ? Ternyata tidak Sing. Setelah menikah, terjadi pertengkaran. Sang anak wanita pun tiba-tiba balik ke rumah orang tuanya. Atau setelah beberapa lama menikah, orang tua mempertanyakan kapan punya cucu. Tengok Sing, dari penyelesaian masalah ternyata menimbulkan masalah baru..

Ya, hidup itu memang rangkaian masalah. Dia tidak akan pernah putus sampai ajal menjemput. Ya Allah kuatkanlah………….