Kau tahu apa itu rindu?
Senin, 25 Juni 2012
Sea, yeah I want to see ....
Jumat, 22 Juni 2012
A week
So, Karena terus memperhatikan, 5 kali dalam seminggu selama 2 tahun. Wajarlah kalau kehilangan apa yang diperhatikan itu membuat hidup jadi gamang sampe beberapa bulan. Padahal kenangannya Cuma dalam bentuk pandangan mata, karena tak mampu berkata walaupun hanya menyapa.. Jadi sadar, ternyata semua kata bisa luruh di hadapan wanita kalau ada cinta.
Kamis, 21 Juni 2012
Worry
Apakah khawatir itu tandanya cinta?
Sabtu, 16 Juni 2012
Masih sama
Konsistensi emang masalah besar. Tulisan dari blog lama. Hups...
Tuesday, 1 Januari 2008
Konsistensi. Kekuatan/kemauan untuk terus berada pada suatu cara/jalan. Sebuah ketetapan hati. Luar biasa sulitnya. Hampir seperti tahun sebelumnya, sepanjang tahun kemarin beberapa kali terpeleset pada masalah yang efeknya membuat keluar dari jalur. Sebenernya masalah konsistensi pada kebenaran bukan semata masalah pada seseorang, tapi juga pada orang lain yang ingin berjalan di atas jalan yang lurus. Karena sudah sunatullah orang yang menyatakan diri berada pada jalur kebenaran maka dia harus siap diuji dan sesungguhnya ujian itu ada untuk meningkatkan kualitas seseorang.
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Q.S. Al- Ankabuut:2)
Disitulah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat .(Q.S. Al Ahzab: 11)
Selain itu musuh utama manusia pun takkan pernah ridho melihat manusia mencoba menggapai surga yang telah dijanjikan Allah bagi mereka yang mencoba berjalan pada jalan-Nya yang lurus. Tujuan iblis menggoda manusia adalah agar mereka berpaling atau dengan kata lain mengganggu konsistensi kita pada jalan Allah. Lalu wajarkan ketika kita sedikit terpeleset? Masalahnya adalah kalau kita terpeleset pada lubang yang sama berarti kita belum berhasil melalui ujian itu. Apakah wajar yang seperti itu? Ya Allah, semoga akhir hidupku tidaklah pada saat aku terpeleset.
Hari sudah berganti
Semoga mentarinya menghangatkan
Jiwa lusuh yang terus berjalan
Memecah gumpalan asa
Tahun ini..semoga.
Selamat datang 2008. Semoga kau bisa jadi sahabat yang baik untukku
Jumat, 15 Juni 2012
Unique
Hari Jum'at yang unik. Pertama karena bu Kepsek ngasih libur. Aneh, sangat aneh. Polimedik itu sekolah yang berdiri sebagai CSR dari sebuah pabrik dan sering kali para gurunya di samakan dengan para pegawai pabrik. Bahkan dulu jam pulang disamakan dengan para pegawai, jam 4 sore. Padahal jam sekolah sudah selesai sejak jam 2. Malahan ketika libur sekolah gurunya diminta tetap masuk walaupun diakalin dengan sistem piket. Jadi libur hari ini bener-bener diluar kebiasaan.
Hal kedua yang diluar kebiasaan Jum'at ini adalah undangan maen futsal dari Thulaby, jam 6-8 pagi di Kelapa Dua. Buat ku ini juga aneh. Waktu masih aktif di Imani aja ga pernah di ajakin maen futsal, eh sekarang malah dapet undangan, pas sudah ga aktif lagi. Pas sekali, pas di kasih libur. Paling tidak bisa melepas beban minimal selama 2 jam. Ahaaa, aku yakin tak ada sesuatu yang terjadi diluar kontrol-Mu ya Rabb.
Karena libur itu pula, ada satu hal diluar kebiasaan yang akan aku temui di Jum'at ini. Kotak amal pas sholat Jum'at. Aneh ya, bukan karena aku ga sholat Jum'at kalo ga libur, tapi lantaran kalau pas masuk sekolah pasti sholat di mesjid si empunya pabrik dan beliau ga mau ada kotak amal di mesjidnya mungkin karena merasa sanggup untuk merawat mesjid tanpa sumbangan dari jamaah. Ckckckckck, monopoli amal, menutup peluang orang lain untuk mendapat pahala.
Walaupun pagi ini jadi sedikit ragu buat dateng maen futsal, takutnya ga ada yang dikenal. Ah, bismillah saja, olahraga dan sekalian silaturahim. Yaps, sampai di sana cuma kenal Azhar dan Umar aja. Ga masalah, kalo kata komentator, sepakbola itu bahasa universal, hehe. Maen futsal pun tetap menyenangkan, ternyata banyak anak SMA 5, entah sudah alumni atau masih SMA. Yang pasti badannya masih kurus-kurus, gerakannya masih lincah, dan larinya masih kenceng.
Seminggu ini berarti udah dua kali maen bola (futsal). Yang pertama hari selasa kemaren, ngadu lawan guru SMK Madani. Skor akhirnya 24-24. Seru banget, karena sepanjang pertandingan selalu ketinggalan tapi 15 menit terakhir sempet unggul 24-21. Sangat menguras fisik coz Cuma punya 2 pemain pengganti padahal kita maen 1,5 jam, sedangkan mereka punya 4-5 pengganti dan 3 diantaranya murid SMK Madani. Kami cuma bawa 1 murid buat jadi kiper, posisi yang paling tidak diinginkan. Buatku maen bola itu sangat-sangat menyenangkan, untuk refreshing melupakan masalah sejenak. Maen bola juga yang membuatku mulai kerasan di SMA 1, setelah beberapa bulan awal di sana merasa ada yang hilang, Matahari. Bener-bener merasa aneh ga ngeliat matahari, kehilangan semangat. Sangat tertolong dengan tradisi maen bola plastik di SMA 1.
Sekitar jam setengah 8, mantan khalifah Imani dateng, Caku. Hmmm, pasti ada obrolan panjang ini mah, maklum udah lama ga ketemu. Biasanya aku lebih senang jadi pendengar dan mengiyakan kalo Caku ngomong walaupun ada beberapa hal yang kurang sreg di hati. Ilmu dan pengalamannya banyak, jadi enak ngedenger apapun yang dibicarakan walaupun kadang sudah pernah disampaikan. Gara-gara cerita Caku tentang Turki hampir setahun yang lalu, jadi ingin ke Turki. Ingin lihat selat Bosphorus, menapaki kehebatan Muhammad Al fatih menaklukkan Konstantinopel.
Oia, ternyata Caku udah resign dari tempatnya kerja dan sekarang mencoba menggeluti bisnis. Untuk ramadhan nanti dia mau jualan baju koko, segmentasinya untuk kelas menengah. Kalau untuk masalah fashion, kelas menengah ini biasanya lebih care terhadap model. Sementara kelas bawah berkutat pada masalah harga. Nah.. kalao kelas atas lebih mementingkan kualitas. Begitu teorinya (haalaah Sant, kebanyakan teori nih :'( ).
Setelah futsal, diminta mampir ke rumah Caku. Dia memintaku menaksir berapa harga baju koko yang mau dia jual itu. Hmmm, buatku itu pertanyaan susah karena aku jarang beli pakaian. Kalo belum rusak atau sudah nda muat, ngapain beli pakaian baru. Makanya ga punya banyak pakaian. Biasanya itu-itu lagi yang dipake. Sering banget disindir temen kantor, "lw tuh tidur pake kaos ini, maen bola pake kaos ini, ngajar pake kaos daleman ini juga, kaga ada lagi apa?". Lukman lebih sadis lagi, ”kapan-kapan kita ke tanah abang, beli baju sekarung buat lw". Kalo di Annisa, "Sant, batik lw ga ada yang laen?". Arrggggh, apa sih salahnya!!!
Prinsip ku, kalao masih bisa dan layak digunakan ga perlu beli baru. Akan tetap seperti itu!! Jadi inget hapeku yang hilang Februari lalu. Sony Ericsson K800. Kalao ga hilang ga akan beli android, walaupun sangat tertarik sama android. Udha sama (lagi-lagi) Lukman suka ngojog-ngojog (bahasa apa ini, memprovokasi lah) buat ganti ke android, tapi aku tahan karena hape ku masih sangat baik. Semua fungsinya masih berjalan. Buat apa hape baru. Tapi karena keseringan di ojog-ojog, malahan sampe di cengin "udah ga jaman mencet-mencet keypad, sekarang mah di sentuh donk. Kapalan ntar tuh jari mencet-mencet mulu". Segala macem lah, sampe akhirnya keluar deh jawaban asal bin emosional "gue baru beli android, kalo hape gue rusak atau ilang". 1-2 bulan kemudian kejadian deh, hilang tuh hape di kantor. Barengan sama netbook Catur dan netbook sekolah. Ada tamu tak diundang masuk kantor, pas banget semua guru lagi rapat di ruang atas. Akhirnya Sony Ericsson ke 4 dengan tipe android itu hadir juga.
Obrolan pun memanjang sana sini di selingi ketan, gorengan dan segelas kopi. Hups, Jum'at penuh berkah yang menyenangkan. Paling tidak, sangat mendukung dalam masa-masa penantian ini.
Senin, 11 Juni 2012
11 Juni
Malam ini.....
Rindu (yang terlalu) dini.
Minggu, 03 Juni 2012
bweeeuuuuuuh
Kering rasanya air mata ini karena nangis terus dari tadi. Saya tak tahu pelajaran apa yang hendak Kau ajarkan pada hamba dalam kejadian-kejadian ini.
Air mata ini,
rasanya terlalu dini,
berhambur keluar tanpa henti.
belok
Ada orang yang butuh disentil, butuh momen atau apalah untuk berubah. Terutama berubah dalam hal-hal yang mendasar. Dan ada juga orang yang dengan kesadaran tersendiri bisa berubah. Sepertinya saya masuk ke dalam golongan yang pertama.
Dulu pernah berfikir orang-orang yang aktif berkicau di facebook adalah orang-orang yang kurang perhatian. Apalagi setelah baca tulisan Arys Hilman tentang itu. Di tambah opini kang Romel bahwa facebook dan sosial networking lainnya membunuh para blogger untuk menulis panjang. Cukup ide-ide pendek, posting selesai. Beda sama blog, ga mungkin kan nulis hanya dalam 1-2 kata atau 1-2 kalimat. Perlu dikembangkan lagi.
Saya malah pernah nulis hal ini di sini. Saya pun ga ngerti kenapa tiba-tiba malah kaya burung di FB suka banget berkicau ga jelas. Padahal dulu ga seperti itu. Ok, peristiwa rabu pekan lalu adalah saat yang tepat untuk mengawalinya. Bismillah.
serba salah jadinya karena rabu lalu itu.
Typus
Jika ingin berdamai dengan perasaanmu sendiri, berjuanglah untuk mengharap cintaNya.. bukan cintanya.. Jika kau ingin berjuang untuk cintanya, tetaplah berjuang karena kau mencintainya karena juga mencintaiNya sehingga kau dapat menjadi pribadi yang lebih baik untuk memperjuangkan orang yang juga baik.. InsyaAllah jika kita berlomba untuk menjadi baik, maka orang yang kita tunggu diam-diam itu juga sedang belajar untuk menjadi yang lebih baik (sumber)
Perasaan saya kali ini kaya typus, kadang naik kadang turun. Kadang biasa saja, nothing to lose. Sering juga takut kehilangan. Aneh, mungkin efek do'a istikharah kali ya.
Kalau kau menganggap hal itu sebagai sebuah keajaiban, percayalah sudah berlalu banyak keajaiban di dunia ini.
Minggu, 20 Mei 2012
Warna-warni
Hari ini.. Ehmmm apa ya. Warna-warni banget. Di mulai dari berbincang-bincang dan mengamati Djuanda. Udah kaya telik sandi aja (telik sandi apa coba? kosa kata yang saya dapet dari sandiwara radio jaman dulu). Yah seru lah. Aktifitas di Djuanda disambi dengan makan pagi. Menunya bubur ayam. Huuush, untunglah ada emping jadi ada rasa pahitnya dan sate empela (makanan paling nikmat, tapi kolesterol kelewat batas hehehe). Selera makan saya pagi ini belum kembali seperti biasa, tapi sudah lumayan lah.
Karena ada permintaan untuk jadi panitia walimahan adiknya temen, jadi langsung berangkat ke Depok 1 padahal bilang ke Ibu mau pulang dulu. Tak apalah, nanti dijelaskan kalau sudah sampai rumah.
Sepanjang jalan fokus kepala ini sepertinya agak terganggu karena lagi-lagi saya harus memikirkan bagaimana cara menjelaskan keadaan dan keseriusan saya pada asteroida yang tiba-tiba melintasi orbital benak pikiran saya kurang lebih 2 bulan yang lalu (lebay dah). Sempat berpikir jangan-jangan dia jadi panitia juga dan "terpaksa" bertemu. Saya buang jauh-jauh pikiran itu dan lebih memilih untuk merencanakan sms lagi selama rapat panitia nanti.
Rencana tinggal lah rencana, tetap saja keputusan Allah yang berjalan. Ketemu di tengah jalan!!!!!! Aduuuh ga bisa gambarin perasaan saya ketika itu. Bingung, gugup, dan senang jadi satu. Ya Allah, susah kali bicara pada kaum hawa apalagi ketika cinta mulai terlibat. Bingung mau mulai dari mana dan dikepala ini rasanya cuma ada kata "saya serius" dan "bagaimana kelanjutan cerita ini".
Sempet juga ada pikiran untuk nganterin dulu, tapi pikiran itu cepat saya kalahkan "BUKAN MUHRIM". Keinginan saya, selain ibu, wanita pertama yang saya bonceng adalah istri saya. Sayangnya keinginan itu sudah terpatahkan kan 2 kali. Pertama oleh murid saya dan kedua seorang temen guru. Tapi keduanya karena terpaksa, syar'i lah alasannya.
Pembicaraan di pinggir jalan itu mungkin pembicaraan terlama yang saya lakukan dengan seorang wanita di luar urusan pekerjaan secara face to face. Sayangnya, kalimat saya seperti ga runut, entahlah dia mengerti atau tidak. Semoga tidak ada salah paham.
Setelah itu, di rumah temen sambil nunggu rapat, saya merasa gamang arrrggggh aneh lah. Ketika penjelasan garis besar acara, saya sibuk beristighfar agar bisa fokus memperhatikan penjelasan ketua panitia. Saya ga mau peristiwa setengah jam sebelumnya menjadi kenangan besar yang bisa merusak semua fokus saya.
Setelah sholat Dzuhur, sepertinya saya mulai faham kenapa rasa cinta saya tiba-tiba membesar bahkan rasanya ga siap untuk mengalah. Rasa sakitnya pasti luar biasa. Begini, menikah itu kan ibadah, bahkan nilainya luar biasa besar. Bayangkan bila keberislaman seseorang dibangun oleh Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, Haji maka separuhnya adalah dengan menikah. Separuh boi, separuh agama ini. Setan pasti ga akan tinggal diam lah. Pemegang karcis neraka itu pasti akan mengganggu mulai dari mengacaukan niat, sampai menghilangkan kemauan untuk menikah.
Dus apa hubungannya dengan rasa cinta yang besar? Perasaan cinta yang besar, bisa jadi merubah niat kita. Dari karena Allah menjadi karena ingin memiliki/memperistri dambaan hati. Sant, Sant, Sant, masih inget kata-kata penghulu di pernikahan Mamat sesaat sebelum ijab kabul diucapkan? LURUSKAN NIAT . Beberapa bulan lalu, sempet nulis tentang ini kan. Huuuups.
Alhamdulillah, saya pun bisa menikmati soto buatan empunya rumah. Hmmm nikmat sekali. Dan saya pun sudah bisa memperlakukan orang-orang disekitar saya dengan benar. Yaps, mereka bukan radio butut yang cuma bersuara dan tak peduli bagaimana pendengarnya. Akhirnya bisa sedikit nimbrung dalam pembicaraan tentang pesantren Gontor. Seru juga sistem pendidikan di sana, terutama sistem punishmentnya.
===================================================================
Saya mencintai Allah, anda pun mencintai Allah dan kita menikah karena sama-sama mencintai Allah. Simple bukan. Memang dibutuhkan cinta sebagai pembuka, tapi harus pintar-pintar memanage-nya.
Cinta itu fitrah, seperti juga lapar. Lapar dipenuhi dengan makan dan dibatasi dengan berhentilah sebelum kenyang. Kalau lapar dituruti terus maka fitrah itu berubah menjadi nafsu dan nafsu itu lebih dekat pada kejahatan/kemaksiatan/dosa kecuali nafsu yang dirahmati Allah. Pemenuhan terhadap cinta? Menikah, karena dengan menikah andaikan kita menuruti terus fitrah cinta itu dia juga akan berubah menjadi nafsu, tetapi nafsu yang di rahmati Allah.
Alhamdulillah, welcome home selera makan, welcome home fokus. Berdo'a, berdo'a dan berdo'a.
Ya Rabbi, jika dia baik untuk urusan dunia dan akhirat ku, maka takdirkanlah dia untukku, mudahkanlah untukku, dan berkahilah.
Ya Rabbi, jika dia tidak baik untuk urusan dunia dan akhiratku, maka jauhkanlah dia dari ku dan berilah aku pengganti yang akan membawa kebaikan pada urusan dunia dan akhiratku. Amiin
Sesungguhnya tipu daya Setan itu lemah!!
Setelah matahari, ada bintang kecil dan sekarang asteroida.
Sabtu, 19 Mei 2012
Terima kasih
Bagian yang biasanya saya baca kalo liat skripsi di LSI ya ucapan terima kasih. Makanya pengen banget halaman ucapan terima kasihnya di hias atau depannya di kasih gambar apa gitu buat menyetakan terima kasih, tapi karena kemaren mepet dan lumayan sibuk, mpe gak kepikiran deh. Akhirnya halaman itu (ucapan terima kasih-red) nggak dirubah deh. Masih sama kayak halaman terima kasih yang di draft buat sidang. Rencananya sih kalo yang di skripsi di bedain dan dibanyakin halamannya, tapi ya itu tadi, nggak sempet. Akhirnya seadanya. Malahan nama pa Dedi Fardiaz salah. Jadi kalo baca ucapan terima kasih di skripsi saya, nama pa Dedi Fardiaz jadi Dedi Fardiaz Muchtadi..Nah loh. Jadi waktu bikin ucapan terima kasih itu nyontek skripsinya Arga. Dosen pembimbingnya Arga kan pa Deddy Muchtadi. Hehehe. Maaf ya pa Dedi. Nah ini ucapan terima kasih saya yang lengkap, tapi nggak ada untuk Allah, Rasul, Orang tua, Dosen pembimbing, dan saudara-saudara saya. Coz itu udah pasti ada di skripsi. Yang saya posting itu yang ngga tertulis/tertulis sebagian di skripsi. Okey.. Terima kasih semuanya. "Akhirnya Lulus Juga" (minjem judul reality show "akhirnya dateng juga")
Kwintanto Sambodo, Chairul Umam, Muhammad Ihsanur, Ust. Yusfan, Bot Pranadi.
Dua nama pertama karena sudah memperkenalkanku pada Islam dan menanamkannya di dalam hati ini. Sehingga di kemudian hari tidak ada kebimbangan untuk memilih. Teduh wajah, lembut tutur kata, dan canda-canda kecil kalian, aku rindukan. Ya Allah, aku titip rindu ini untuk mereka berdua. Pertemukanlah kami kembali di dunia ini suatu hari nanti dan di surgaMu kelak.
Nama ketiga, sangat sedikit yang kudapat darinya karena hati ini sudah menyepelekannya. Ternyata, dia orang besar. Aku terlanjur mengabaikannya. Barulah dikemudian hari penyesalan itu datang.
Nama ketiga untuk “jangan jadi emas”
Nama terakhir. Untuk semua kesabarannya “saya ngga shalat lima waktu”, lalu “beberapa hari kemarin saya ga shalat lagi”. Beberapa bulan kemudian “saya ga shalat ....... kemarin” lalu “saya ga shalat .......”. Setahun kemudian “saya lupa shalat isya”. Kemudian “susah shalat di masjid”, setelah itu “iya nih shalat shubuhnya lagi ga dimasjid”. Kapan stabilitas itu tercapai? Untuk semua kemarahannya “pulang aja ke Depok”, “jangan mempertuhankan teman”. Untuk semua perhatiannya “ada masalah?”, “masalahnya apa”, “sekarang ada di mana?”. Dan tentunya semua nasihat dan do’a yang keluar dari mereka semua.
Suci Rahmatia
Menuntunku untuk kembali. Entah kenapa namanya yang teringat ketika itu, sungguh rencana Allah lah yang berjalan. Kekaguman yang menyeruak kembali nyaris tak bisa tertahan. Sampai Allah berkehendak lain. Semoga kita bisa tetap istiqomah di jalan ini, kawan.
Ahmad Sudia Abdurrahman
Untuk mata yang mencoba terus melihat, telinga yang selalu berusaha mendengar, dan tangan yang ingin terus menjulur. Sahabat lama yang takkan pernah “lama”. Semoga persahabatan ini kan abadi hingga surga-Nya kelak.
Tarwin, Rahmat Adi Putra Kusumah
Kenapa pada dua orang ini aku bercerita? Perasaan ku mengatakan merekalah orang yang tepat.
Sarwo Edy Wibowo
Untuk semua bantuan dan kesabarannya.
Muhammad Fachrial Thalib
Untuk saran aneh yang kepikiran sampai kini. Bener-bener ga nyangka deh, saran itu keluar dari mulutnya.
Usman, Sarwo, Iqbal, Fahmul, Alfian, Yogi, Andrias, Hendri, Kamal, Tora, Widhi, Ujang
Teman ketika malam. Masjid ataupun mushola tempat kami biasa bercengkrama.
Genk Asrama (Sudar, Step, Cusfet, Ebes, Potel, Topenk, Colil, Selamet)
Hmmm, pengalaman yang menyenangkan.
Kost Al-Fityan (Sarmada, Salman, Sarwo)
Membiasakan diri ini melihat orang-orang yang shalat dimesjid, tilawah setelah shalat, dan dengerin nasyid. Walaupun saat itu aku belum bisa mengikuti, kecuali dengan perasaan berat. KEBANGKITAN (the Fikr).
Kost Leuwikopo (Step, Potel, Ebes, Yudis, Eko, Aca, Gala)
Sebuah pengalaman hidup yang memberi banyak pelajaran untukku.
Kost Al-Fath (Usman, Nono dkk)
Tempat penggemblengan diri. Terima kasih buat Usman yang minjemin kamarnya selama 5-6 bulan.
Kost Pondok Keramat (Aliy, Sarwo, Sofwan, Mamo, Latif, Ipin)
Tempat singgah sementara yang menyenangkan setelah masa pinjam Al-Fath habis.
Kost Bale Selatan (Sarwo, Usman, Sofwan, Mamo, Aliy, Ipin, Latif)
Kecerian, canda, tawa yang dibalut dengan usaha untuk taat pada Rab semesta alam. Inilah kost-an terbaik yang pernah ku tempati.
Kost Al-Izzah (Hanafi, Mas Adin, SK, Reza, Ijul, Ujang, dll)
Terima kasih, walaupun Cuma sebulan.
Kost Paladium (Aliy, Ramdhan, Mamo, UQ, Akso, QQ)
Menemani tugas akhirku.
BEM 2004/2005 (Mas Hanif, Ikhlas, Mansyur, dll) dan 2005/2006 (Redy, Aliy, Khafid, Iqro, Bubun, Roni, Gema, Eka, Oneth, Maulita, Lala, Isti, Maya, dll)
Tahun pertama untuk menghabiskan waktu luang. Tahun kedua untuk belajar optimisme, kepercayaan diri, kepemimpinan, dan yang hampir luput (kesabaran).
Gank Lebaran (Dio, Galih, OQ, Oho, Koko)
Kumpul bersama kalian menjadi saat-saat yang menyenangkan dan selalu ditunggu-tunggu. Semoga kebiasaan ini bisa terus kita lakukan sampai kita pada tua. I miss u guys.
KORNITERS (Khrisma, Arif, Ical, Holil, Sofyan, Mba Rna, Ulfa, dll)
Beban yang berat, maaf kalau sering melupakan amanah ini.
Golongan Praktikum D (Andal, Teddy, Sarwo, Eko, Usman, Andreas, Agus, Arga, Dion, Ratna, Pauline, Andrea, Rucit, Annis, Ika, Dini, Dea, Adisti, Mardi, Angel, Eka, Prima, Mae, Gading, Lasty, Maya)
Tertawa, tertawa, dan tertawa. Kangen ingin praktikum lagi.
Temen-temen satu bimbingan (Mas Iqbal, Fanny, Titin, Gading)
Hiks hiks, bapak sibuk banget ya..
TPG 40 (Rahmat, Ozan, Helmi, Sinung, Aan, Aca, Mitool, lala, Iin, Wati, Indah, Ujo, Kemal, Idham, dll)
Makaan.....!!!
Teman-teman Fateta
Jayaa...!!!
TPG 37, 38, 39, 41, 42.
Kompaaak...!!!
SMUNSA Angkatan 2002
Selalu dan selalu kompak juga ceria.
NB:
Saya bikin ini sebetulnya udah lama, jauh sebelum sidang. Waktu itu lagi mumet mikirin penelitian.
Tulisan dari blog lama.
